Situs Cerita Sex Terbaru Dan Terupdate Semua Berita 88: Fenomena
Nama agen Poker GAME INFO Bank Support Min. Deposit LINK DAFTAR
AsianPoker88 asianpoker88 (Poker Terpercaya SeAsia) BandarQ,Bandar Poker,Domino99,Poker,AduQ,Capsa Susun,Sakong Bonus TurnOver 0,3% Setiap Hari,Bonus Referral 10% (Poker Terpercaya SeAsia) BCA-BNI-MANDIRI-BRI-DANAMON-CIMB NIAGA 10.000
Daftar AsianPoker88
Pokermas88 pokermas88(Pelayanan Deposit & Withdraw Terpercepat) BandarQ,Bandar Poker,Domino99,Poker,AduQ,Capsa Susun,Sakong Bonus TurnOver 0,3% Setiap Hari,Bonus Referral 10% (Pelayanan Deposit & Withdraw Terpercepat) BCA-BNI-MANDIRI-BRI-DANAMON 10.000
Daftar Pokermas88
Pokermas99 pokermas99(Kemenangan Member Terbesar 2017) BandarQ,Bandar Poker,Domino99,Poker,AduQ,Capsa Susun,Sakong Bonus TurnOver 0,3% Setiap Hari,Bonus Referral 10% (Kemenangan Member Terbesar 2017) BCA-BNI-MANDIRI-BRI-DANAMON 10.000
Daftar Pokermas99
Indpoker88 indpoker88 (Poker Terpanas 2017) BandarQ,Bandar Poker,Domino99,Poker,AduQ,Capsa Susun,Sakong Bonus TurnOver 0,5% Setiap Hari,Bonus Referral 10% (Poker Terpanas 2017) BCA-BNI-MANDIRI-BRI-DANAMON 10.000
Daftar Indpoker88
Pokerjempol pokerjempol(Recommended Poker 2017) BandarQ,Bandar Poker,Domino99,Poker,AduQ,Capsa Susun,Sakong Bonus TurnOver 0,5% Setiap Hari,Bonus Referral 10% (Recommended Poker 2017) BCA-BNI-MANDIRI-BRI-DANAMON 10.000
Daftar Pokerjempol
Goyangpoker goyangpoker(Recommended Poker 2017) BandarQ,Bandar Poker,Domino99,Poker,AduQ,Capsa Susun,Sakong Bonus TurnOver 0,5% Setiap Hari,Bonus Referral 10% (Recommended Poker 2017) BCA-BNI-MANDIRI-BRI-DANAMON 10.000
Daftar Goyangpoker
Indkasino Indkasino (Agen Kasino Terbaik 2017) Baccarat,Roulette,Dragon Tiger,Sic BO, Slots,Sabung Ayam(New) Bonus Rollingan 0,8%, Pelayanan (Agen Kasino Terbaik 2017) BCA-BNI-MANDIRI-BRI-DANAMON 20.000
Daftar Indkasino
Rajadomino88 Rajadomino88(Recommended Poker 2017) BandarQ,Bandar Poker,Domino99,Poker,AduQ,Capsa Susun,Sakong Bonus TurnOver 0,3% Setiap Hari,Bonus Referral 10% (Recommended Poker 2017) BCA-BNI-MANDIRI-BRI-DANAMON 10.000
Daftar Rajadomino88
Senangpoker (Recommended Poker 2017) BandarQ,Bandar Poker,Domino99,Poker,AduQ,Capsa Susun,Sakong Bonus TurnOver 0,3% Setiap Hari,Bonus Referral 10% (Recommended Poker 2017) BCA-BNI-MANDIRI-BRI-DANAMON 10.000
Daftar Senangpoker

Labels

Showing posts with label Fenomena. Show all posts
Showing posts with label Fenomena. Show all posts

Tuesday, February 6, 2018

Berita Harian BMKG: Puncak Musim Hujan dan Cuaca Ekstrem Februari-Maret 2018


Berita Harian - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan puncak musim hujan akan berlangsung mulai Februari hingga Maret. Diperkirakan pada waktu-waktu itu terjadi hujan ekstrem.

"Wilayah Indonesia mengalami puncak musim hujan di bulan Februari dan diperkirakan akan terus berlangsung pada bulan Maret. Akan masih mengalami kondisi hujan dan puncak musim hujan," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati di kantor BMKG, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (6/2/2018).

Berita Harian BMKG: Puncak Musim Hujan dan Cuaca Ekstrem Februari-Maret 2018

Menurut Dwikorita, wilayah Jabodetabek juga mengalami puncak musim hujan. Puncak hujan di wilayah Jabodetabek dengan curah hujan tertinggi terjadi pada 5 Januari, dengan posisi 152,0 milimeter. Sedangkan hari ini curah hujan 164,0 milimeter.

Selain itu, masih ada beberapa wilayah di Indonesia yang memasuki puncak musim hujan. Wilayah itu adalah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Jawa Timur, NTT, NTB, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Papua Barat, dan Papua.

Tidak hanya itu, kondisi hujan ekstrem juga masih berpotensi terjadi di Jawa Tengah bagian utara dan beberapa wilayah di perairan di sebelah barat Sulawesi serta Jawa Timur di bagian timur dan utara.
"Itulah peluang terjadinya cuaca ekstrem dalam waktu 3 minggu ke depan," sebutnya.

Selanjutnya, hujan disertai angin kencang dengan kecepatan di atas 20 knot juga berpotensi terjadi di wilayah lain di Indonesia. Daerah yang akan berpotensi dilanda angin kencang ini adalah Laut Cina Selatan, Laut Natuna, Riau, Kepulauan Riau, Laut Jawa, Laut Banda, Samudra Hindia selatan Jawa Tengah-NTB, dan Laut Arafuru.

"Potensi angin kencang tersebut berdampak pada gelombang laut dr 2,5 meter sampai 6 meter," tuturnya.

Sunday, December 17, 2017

Berita Heboh Hari Ini Kemensos Kerahkan Ratusan Tagana Sisir Korban Gempa Jawa Barat


Berita Heboh Hari Ini - Kementerian Sosial mengerahkan ratusan taruna siaga bencana (Tagana) untuk menyisir korban gempa di Jawa Barat.

"Ada lebih dari 234 personel Tagana kita turunkan untuk menyisir korban gempa di Jawa Barat," kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Minggu (17/12/2017).

Dalam kunjungan kerjanya di Jawa Timur pada hari ini, Khofifah menerangkan, ratusan Tagana itu berasal dari daerah Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, dan Kabupaten Ciamis.

"Juga ada dari kabupaten Pangandaran, Kabupaten Garut, Kabupaten Banjar," tuturnya.

Selain Tagana, Kementerian Sosial juga menerjunkan Tim Layanan Dukungan Psikososial untuk memberikan trauma healing kepada para pengungsi, utamanya kelompok rentan yaitu lansia, ibu hamil, difabel, dan anak-anak.

Kementerian Sosial, lanjut Khofifah, telah mendistribusikan bantuan logistik. Kebutuhan permakanan dan tenda kepada warga yang membutuhkan melalui posko yang di koordinir oleh Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat dan Dinas Sosial Kabupaten Kota setempat. Total bantuan logistik yang disalurkan Rp 893 juta.

"Logistik yang dikirim berupa lauk pauk, kid ware, food ware, family kits, tenda serba guna, matras, selimut dan tenda gulung," terangnya.

Berita Heboh Hari Ini Kemensos Kerahkan Ratusan Tagana Sisir Korban Gempa Jawa Barat

Gempa berkekuatan 6,9 skala Richter mengguncang kawasan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta, Jumat 15 Desember 2017 pukul 23.47 WIB.

Titik pusat gempa berada di 7.75 LS dan 108.11 BT atau 11 km barat daya Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Pusat gempa berada di kedalaman 107 km.

Khofifah meminta kepada kepala daerah yang wilayahnya terdampak, untuk segera mengeluarkan surat keterangan darurat (SK Darurat), untuk melancarkan dalam pemenuhan kebutuhan logistik.

"Sekarang yang saya mohon adalah SK Darurat dari bupati, wali kota yang di daerahnya terdampak bencana alam. Mohon dengan sangat untuk segerakan mengeluarkan SK Darurat. Karena dengan SK Darurat maka kebutuhan logistik terutama cadangan beras pemerintah itu bisa segera di-deploy," tuturnya.

Dengan SK Darurat Bupati Wali Kota, kebutuhan logistik berupa beras dapat dikeluarkan 100 ton. Jika beras tersebut sudah habis, maka dengan SK Darurat Gubernur, dapat dikeluarkan 200 ton beras.
Berdasarkan hasil identifikasi yang berhasil dihimpun pasca gempa bumi di Jawa Barat sampai dengan tanggal 16 Desember, pukul 24.00 WIB. Sebanyak 13 orang mengalami luka ringan, 4 orang mengalami luka berat dan 1 orang meninggal dunia atas nama Dede Lutfi, warga Desa Gunungsari RT 04/02 Kecamatan Sadanaya, Kabupaten Ciamis.


"Di lapangan, tim telah mengidentifikasi kondisi rumah warga yang rusak akibat bencana. Hasilnya ditemukan sebanyak 1.897 rumah dalam kondisi rusak ringan, 245 rumah dalam kondisi rusak sedang. Sementara sebanyak 336 rumah teridentifikasi rusak berat," kata Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Harry Hikmat.

Kemensos telah membuka sejumlah dapur umum lapangan (dumlap). Setiap dumlap mampu menyediakan hingga sekitar 1.000 porsi makanan.

"Pembentukan dapur umum ini untuk meringankan beban para korban. Juga sangat penting guna menjaga kebutuhan dan suplai makanan pengungsi," tandasnya.

Saturday, December 2, 2017

Berita Harian Aktivitas Masih Tinggi, Gunung Sinabung 4 Kali Erupsi Hari Ini


Berita Harian - Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, meletus beberapa kali hari ini disertai luncuran awan panas. Masyarakat diminta waspada.

Berita Harian Aktivitas Masih Tinggi, Gunung Sinabung 4 Kali Erupsi Hari Ini

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Tim Tanggap Darurat Gunung Sinabung, Iing Kusnadi, saat dikonfirmasi detikcom, Sabtu (2/12/2017). "Empat kali erupsi," ujarnya.
Kusnadi menjelaskan, erupsi Gunung Sinabung pertama terjadi pukul 07.40 WIB dengan ketinggian kolom abu 2.500 meter dan juga terjadi awan panas guguran sejauh 3.000 meter mengarah selatan.
Kemudian, erupsi terjadi lagi pukul 07.48 WIB dengan tinggi kolom abu 1.300 meter.

"Lalu pukul 08.00 WIB dengan tinggi kolom abu 1.800 meter dan disusul erupsi pukul 14.39 WIB. Untuk yang terakhir kolom abu tidak teramati," jelas Kusnadi.

Baca Juga : Soal Pengunduran Diri untuk Maju Pilgub Jatim, Ini Jawaban Khofifah

Saat ini status Gunung Sinabung masih berstatus awas. Warga diminta untuk memakai masker jika Gunung Sinabung erupsi.

"Kemudian jauhi zona merah yang telah ditentukan," ujarnya.

Thursday, August 17, 2017

Nuklir Bukan Satu-satunya Senjata Horor di Gudang Senjata Korut



Di tengah kemajuan yang menakjubkan dari program peluru kendali (rudal) dan nuklir Korea Utara (Korut), para ahli mengatakan bahwa ada senjata mengerikan lain di gudang senjata Pyongyang yang harus diawasi dunia.

Militer Kim Jong-un, menurutu laporan para ahli, telah mengumpulkan sejumlah besar agen saraf, seperti sarin dan VX, yang dapat menargetkan pangkalan militer AS terdekat dan kota-kota besar seperti Seoul dan Tokyo.

”Senjata nuklir bukan satu-satunya ancaman,” kata Kelsey Davenport, direktur kebijakan non-proliferasi untuk Asosiasi Pengendali Senjata kepada McClatchy DC Bureau. ”Korut dapat menanggapi serangan AS menggunakan senjata kimia. Itu akan sangat menghancurkan,” ujar Davenport.

Pejabat Pyongyang membantah rezim Kim Jong-un memiliki senjata kimia yang oleh para ahli disebut mulai dikembangkan pada tahun 1961 di tengah meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea pada saat itu.

Korea Research Institute of Chemical Technology melaporkan bahwa negara tersebut memiliki empat pangkalan militer yang dilengkapi dengan senjata kimia dan setidaknya 11 fasilitas tempat mereka memproduksi dan menyimpannya.

Davenport mengatakan, akan sulit, bahkan tidak mungkin, untuk menetralisir persediaan senjata kimia Korut dengan melakukan serangan preventif.

”Dibandingkan dengan ancaman nuklir yang melibatkan sejumlah hulu ledak dan sistem pengiriman terbatas yang rentan terhadap pertahanan udara dan sistem anti-misil, ancaman (senjata) kimia tidak mudah dinegasikan,” kata analis militer Reid Kirby di Bulletin of Atomic Scientists.

Laporan tentang senjata kimia Pyongyang muncul di tengah meningkatnya ketegangan rezim Kim Jong-un dan pemerintah Donald Trump. Ketegangan sedikit mereda setelah Kim Jong-un memutuskan untuk menunda serangan empat rudal ke Guam, wilayah AS di Pasifik.

Presiden Trump mengatakan dalam sebuah tweet pada hari Rabu bahwa dictator muda Pyongyang tersebut membuat ”keputusan bijak” dengan mengurungkan niatnya untuk menyerang Guam.

Thursday, August 10, 2017

Nibiru Akan Tabrak Bumi Usai Gerhana Matahari 2017? Ini Faktanya



Para pencinta teori konspirasi seluruh dunia mengaitkan fenomena alam gerhana matahari total dengan sejumlah ramalan, dari kehancuran kekuasaan Donald Trump hingga kiamat yang konon dipicu sebuah 'planet liar'.

Sejumlah orang berpendapat bahwa sebuah planet akan menabrak Bumi pada September nanti dan gerhana matahari yang segera menjelang menjadi mulainya kiamat.

Davide Meade, penulis "Planet X – The 2017 Arrival" berpendapat bahwa planet Nibiru -- yang dikenal juga sebagai Planet X --akan menabrak Bumi pada 23 September 2017.

Para ilmuwan membantah keberadaan planet tersebut, tapi Meade merasa yakin karena mengaku telah menemukan ayat Kitab Suci untuk mendukung pandangannya.

Seperti dikutip dari The Telegraph pada Rabu (9/8/2017), pada awal tahun ini Meader meramalkan bahwa Nibiru akan menabrak Bumi pada Oktober. Sekarang, ia memajukan tanggal itu hingga beberapa minggu.

Di Amerika Serikat, gerhana matahari total yang dijuluki The Great American Eclipse akan melingkupi sebagian besar wilayah AS dalam kegelapan pada tanggal 21 Agustus nanti.

Tapi dari mana datangnya teori itu?

Walaupun kekurangan bukti, David Meade dan beberapa pencinta teori konspirasi – mengaku bahwa ayat-ayat Alkitab dan keberadaan gerhana matahari itu mendukung pemikiran bahwa kiamat sudah dekat.

Pada awal bulan ini, Meader menjelaskan kepada The Daily Star, "Peristiwa The Great American Eclipse pada 12 Agustus 2017 nanti adalah pertanda besar datangnya kiamat.”

Para pencinta teori konspirasi merujuk kepada peringatan dalam Perjanjian Lama, tepatnya dalam Yesaya 13:9, yang berbunyi, "(9) Sungguh, hari Tuhan datang dengan kebengisan, dengan gemas dan dengan murka yang menyala-nyala, untuk membuat bumi menjadi sunyi sepi dan untuk memusnahkan dari padanya orang-orang yang berdosa."

Selanjutnya, Yesaya 13:10 berbunyi, "Sebab bintang-bintang dan gugusan-gugusannya di langit tidak akan memancarkan cahayanya; matahari akan menjadi gelap pada waktu terbit, dan bulan tidak akan memancarkan sinarnya."

Meade mengatakan bahwa ayat itu berkaitan dengan apa yang diistilahkannya dengan "33 Convergence", ketika semua rentetan kejadian mencakup angka 33.

"Ketika gerhana terjadi pada 21 Agustus, fajar akan gelap seperti dinubuatkan Yesaya. Bulan saat itu disebut bulan hitam. Hal demikian terjadi setiap 33 bulan. Dalam Alkitab, nama Elohim muncul 33 kali."

Ia menambahkan, "Gerhana mulai di Lincoln Beach, Oregon -- negara bagian ke-33 -- dan berakhir di 33 derajat di Charleston, South Carolina. Gerhana matahari seperti itu belum pernah terjadi lagi sejak 1918, yaitu 99 tahun lalu -- atau 33 kali 3."

'Mulut Neraka' Kawah Batagaika Kuak Kehidupan 200 Ribu Tahun Lalu



Kawah Batagaika muncul tiba-tiba, dari tanah yang robek di bekas hutan yang kerontang, ketika pohon terakhir tumbang ditebas demi pembangunan jalan pada tahun 1960-an.

Warga setempat tak berani mendekat, mengiranya sebagai pintu masuk 'dunia lain' di bawah tanah yang konon dihuni makhluk-makhluk mengerikan. Lainnya menduga, lubang yang menganga itu 'mulut neraka'.

Apalagi, gaduh mengiringi pembentukannya. Dari arah Kawah Batagaika kerap terdengar gemuruh misterius atau suara mirip ledakan.

Anggapan mistis terus beredar di kalangan warga, hingga akhirnya ilmu pengetahuan menawarkan jawaban.

Para ahli mengatakan, fenomena yang terjadi di Republik Sakha atau Yakutia, Rusia terjadi akibat lelehnya permafrost atau tanah beku -- yang mengubah es di bawah permukaannya menjadi lumpur dan gas metana yang dilepaskan.



Kian lama lubang itu makin merekah, tumbuh 10 hingga 30 meter per tahun. Seperti dikutip dari News.com.au, Rabu (28/2/2017), kini Kawah Batagaika ternyata membuktikan reputasinya sebagai 'pintu masuk ke dunia lain' -- dari masa sekitar 200 ribu tahun lalu.

"Penduduk setempat menyebut kawah yang tumbuh dengan cepat itu sebagai 'pintu ke dunia bawah tanah'. (Namun) studi terbaru Prof Jualian Murton menemukan banyak hal lain," demikian pernyataan University of Sussex dalam akun Twitter resminya @SussexUni.

Bukan monster atau makhluk mistis yang ada di dalamnya. Rekahan Batagaika memberikan petunjuk tentang perubahan iklim yang terjadi ribuan tahun lalu.

Di dalamnya juga ditemukan bangkai-bangkai hewan dan hutan yang membatu.

Studi dalam jurnal ilmiah Quarternary Research mengungkapkan, meski punya efek buruk melepaskan gas rumah kaca, di sisi lain, lapisan bertingkat dari sisi kawah mengungkapkan data iklim historis yang luar biasa manfaatnya.

Terawetkan di antara permafrost yang leleh, ada lapisan serbuk sari yang mengungkap bahwa area tersebut dulunya adalah tundra.

Namun, juga ditemukan petunjuk bahwa ada dua gerumbul tunggul pohon yang menunjukkan lahan tersebut juga pernah jadi hutan lebat.


Tak hanya itu, para peneliti juga menemukan bagian tubuh mammoth purba, muskox (Ovibos moschatus), dan bahkan bangkai kuda berusia 4.400 tahun.

Lapisan demi lapisan tanah melukiskan perubahan iklim secara bertahap pada masa lalu, dari masa ribuan tahun lepas, sekitar 200.000 tahun.

Para ahli berharap, informasi tersebut akan membantu mereka memprediksi apa yang akan terjadi pada masa depan planet manusia.

Ahli permafrost dari University of Sussex professor, Julian Murton mengatakan, kali terakhir Siberia mengalami pembentukan kawah 'hellsmouth' (mulut neraka) adalah 10 ribu tahun lalu. Kala itu Bumi baru saja terbangun dari zaman es terakhir.

Jejak hutan lebat ditemukan ada di atas lanskap yang lebih tua, yang telah banyak terkikis.

"Mungkin saat permafrost dicairkan dalam episode terakhir dari pemanasan iklim," kata Murton.

Namun, kabar buruknya, tingkat gas rumah kaca di atmosfer saat ini lebih tinggi daripada di masa lalu -- tingkat absolut CO2 di atmosfer mencapai 400 bagian per juta, dibanding 280 bagian per juta pada masa lalu.

Kawah Batgaika mungkin adalah peringatan untuk kita: bahwa bahaya bisa jadi menjelang.


Wednesday, August 9, 2017

Respons Rudal Korut, China Latihan Perang di Semenanjung Korea



Angkatan Laut China dilaporkan tengah melakukan serangkaian latihan maritim di Semenanjung Korea. Sejumlah pihak menilai bahwa aksi itu tak hanya sekedar merespons tes rudal Korea Utara, namun juga aktivitas militer Amerika Serikat di kawasan.

China menggelar latihan itu pada Selasa 8 Agustus 2017, kurang dari dua minggu pasca-tes rudal lintas benua (ICBM) Korut teranyar pada 28 Juli lalu. Demikian seperti dilansir News.com.au, Selasa (8/8/2017).

Latihan maritim itu dilaksanakan di Laut Bohai dan Laut Kuning, tepatnya di antara perairan Provinsi Shandong dan Jiangsu. Kawasan perairan itu merupakan secuil dari kawasan maritim Semenanjung Korea.

Dalam latihan tersebut, AL Tiongkok melibatkan lusinan kapal, sejumlah kapal selam, 10 pesawat, dan beberapa pasukan penggempur pesisir pantai. Para pasukan juga melakukan berbagai taktik dan simulasi tempur serta manuver bertahan dan menyerang.

Pakar menilai bahwa latihan militer itu merupakan ajang unjuk gigi dan penyampaian pesan bagi China terhadap Korea Utara serta Amerika Serikat, khususnya terkait tensi yang terjadi di kawasan.

"Latihan yang dilakukan China merupakan bentuk penyampaian pesan kepada Korea Utara, bahwa Tiongkok efektif jika terjadi konflik terbuka di kawasan," kata Malcolm Davis, analis keamanan dan pertahanan dari Australian Strategic Policy Institute.

Sementara itu, Collin Koh dari Nanyang Technological University Singapura menyebut bahwa latihan militer yang dilakukan China merupakan bentuk penggentaran untuk mencegah konflik terbuka terjadi di kawasan.

Pakar juga menilai bahwa Beijing memiliki peran vital dalam stabilitas di Semenanjung Korea.

Pekan lalu, Menteri Luar Negeri China Wang Yi meminta agar seluruh pihak menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang mampu meningkatkan tensi di kawasan.

Latihan itu merupakan edisi kedua dalam dua minggu terakhir. Sementara dalam periode yang sama, Korea Utara telah melaksanakan tes rudal jarak jauh teranyarnya pada 28 Juli lalu.

Di sisi lain, Amerika Serikat dilaporkan mengirim 2 pesawat bomber jenis Rockwell B-1 Lancer ke Semenanjung Korea pada Sabtu 29 Juli 2017. Langkah itu dilakukan oleh AS sebagai bentuk respons terhadap uji coba rudal Korea Utara terbaru yang dilaksanakan pada sehari sebelumnya.


"Korea Utara tetap menjadi ancaman utama terhadap stabilitas di kawasan," jelas Jenderal Terrence O'Shaughnessy, komandan US Pacific Air Forces, dalam sebuah pernyataan resmi.

Seakan merespons tes rudal Korut dan aktivitas militer AS di kawasan, Presiden China Xi Jinping memimpin sebuah parade militer besar pada Minggu 30 Juli 2017. Parade militer itu dilaksanakan beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengkritik kegagalan Beijing mengendalikan Korea Utara.

Menurut Kementerian Pertahanan China, lebih dari 100 pesawat terbang dan nyaris 600 jenis persenjataan dipamerkan dalam parade militer tersebut. Nyaris setengahnya baru pertama kali ditampilkan di muka publik.









Dalam sebuah pidato singkat, Xi menyatakan kebanggaannya pada militer negara itu dan menuntut mereka untuk melanjutkan "kesetiaan penuhnya" kepada partai.

Presiden Xi sama sekali tidak menyinggung kicauan Trump. Ia justru fokus pada peran penting PLA mengingat ketegangan berkobar di seluruh dunia.

"Dunia tidak damai dan perdamaian perlu dipertahankan. Militer kita yang heroik memiliki kepercayaan diri dan kemampuan untuk melestarikan kedaulatan, keamanan, dan kepentingan nasional, serta untuk berkontribusi lebih banyak dalam menjaga perdamaian dunia," ujar Presiden Xi.


Tuesday, August 8, 2017

Kuil bundar suku Aztec ditemukan di Mexico City



Sisa-sisa kuil suku Aztec besar terungkap di pusat ibu kota Meksiko, Mexico City, tepatnya di belakang Katedral Katolik Roma zaman kolonial dan terkubur di lokasi kontruksi sebuah hotel era 1950-an di kawasan Calle Guatemala. Demikian dilansir Reuters (7/6/2017).

Situs ini dekat dengan Templo Mayor, sebuah reruntuhan Aztec besar lainnya. Penggalian yang dimulai pada tahun 2009 mengungkapkan fondasi dasar kuil besar berbentuk bulat yang didedikasikan untuk Ehecatl, dewa angin Aztec, dan juga sebagai bagian dari ritual lapangan bola.

Kuil tersebut memiliki struktur dengan tinggi 34 meter dan 4 meter yang menggabungkan bentuk arsitektur persegi panjang dan melingkar.

Tidak jauh dari lapangan, seorang arkeolog, Raul Barrera juga menemukan 32 tulang belakang atau leher laki-laki yang tertumpuk di luar lapangan.

"Itu adalah sebuah persembahan yang terkait dengan permainan bola, yang berlangsung di atas tangga," kata Barrera. "Tulang belakang, atau leher, jelas datang dari orang-orang yang dikorbankan atau dipenggal."

Beberapa semen asli tetap terlihat di bagian kuil yang dibangun pada masa pemerintahan Kaisar Ahuizotl periode 1486-1502, pendahulu Moctezuma.

Kuil kuno untuk dewa Ehecatl tersebut sangat ikonis pada zamannya. Dengan warna putih dan bentuk yang melingkar, kuil tersebut berbeda dari kuil-kuil Aztec lainnya yang mayoritas berbentuk kotak di wilayah tersebut.

Saat itu sejarah mencatat, Aztec Moctezuma bermain bola melawan sang raja dan kalah. Kekalahan tersebut disebut-sebut sebagai tanda keruntuhan kekaisaran Aztec yang akhirnya memang terjadi tidak lama setelah penakluk Spanyol Hernan Cortes menguasai Tenochititlan pada tahun 1521.

"Karena menemukan ini, kami dapat menunjukkan tempat sebenarnya, kedudukan, serta dimensi masing-masing bangunan, yang pertama kali dijelaskan dalam catatan sejarah itu," kata Diego Prieto, kepala lembaga antropologi dan sejarah utama Meksiko pada Observer (13/6).

Bangunan itu menonjol karena bentuknya yang bundar di antara beberapa lusin kuil persegi lainnya yang mendominasi ruang upacara paling suci di Aztec sebelum penaklukkan 1521.

Arkeolog Aztec, Eduardo Matos mengatakan bagian atas kuil itu kemungkinan dibangun menyerupai ular yang dilingkarkan, dengan para pendeta yang masuk melewati pintu, meski pintu tersebut dibuat seperti hidung ular.

Setelah penggalian selesai, sebuah museum akan dibangun di lokasi berdampingan dengan bangunan modern di ibu kota.

Menurut Mexico News Daily (9/6), karena tanah itu milik swasta, Institut Nasional Antropologi dan Sejarah Meksiko (INAH) membuat kesepakatan dengan pemilik hotel untuk mendirikan museum di bawah bangunan hotel yang sedang di bangun agar masa lalu dan masa kini bisa hidup berdampingan.

Pembangunan hotel tersebut, menurut Matos, tidak akan mempengaruhi struktur kuil bundar yang ditemukan.

Mexico City, termasuk struktur era kolonial yang dilindungi, dibangun di atas reruntuhan ibu kota Aztec, sehingga kemungkinan besar penemuan seperti ini akan terjadi lagi, ujar Matos.

Risiko kanker bayangi perjalanan astronaut ke Mars



Astronaut yang bepergian ke Planet Mars atau dalam misi jangka panjang di luar perlindungan medan magnet Bumi berisiko terkena penyakit dua kali lebih tinggi dari yang diperkirakan sebelumnya. Menurut studi University of Nevada (UNLV), di Las Vegas, Amerika Serikat, mereka dapat terkena kanker, katarak, dan penyakit lainnya.

Studi yang diterbitkan di Scientific Reports tersebut telah memperkirakan bahwa risiko kanker dari misi manusia ke Mars dan program luar angkasa lainnya telah meningkat secara efektif.

Astronaut akan terpapar sinar kosmik galaksi saat berada di luar angkasa. Mereka tidak berada dalam lindungan magnetosfer Bumi dari partikel berbahaya.

Sinar kosmik itu berbahaya karena dapat menyebabkan kerusakan dan mutasi DNA. Oleh karena itu, semakin lama seseorang berada di luar angkasa, semakin banyak partikel-partikel itu yang terpapar padanya.

Model penilaian risiko NASA saat ini menegaskan bahwa kanker berbasis radiasi mayoritas berasal dari sinar kosmis yang mengacaukan DNA manusia. Namun model penilaian baru tim UNLV ini menunjukkan bahwa fakta tersebut dapat menjadi jauh lebih buruk. Hal ini disimpulkan setelah mereka mempelajari tumor pada tikus.

Penilaian saat ini yang digunakan oleh NASA menunjukkan bahwa kanker yang disebabkan oleh jenis radiasi kosmik ini akan terkandung di dalam sel yang rusak. Namun penelitian terbaru menunjukkan bahwa sel yang rusak justru meningkatkan risiko sakitnya sel sehat.

"Kami mempelajari sel-sel yang rusak mengirim sinyal ke sekitarnya, sel-sel yang tidak terpengaruh dan kemungkinan memodifikasi lingkungan mikro jaringan," ujar Francis Cucinotta, peneliti utama studi tersebut, di UNLV.edu.

"Sinyal tersebut tampaknya mengilhami sel sehat untuk bermutasi, sehingga menyebabkan tumor atau kanker tambahan."

Paparan sinar kosmik galaksi dapat menghancurkan inti sel dan menyebabkan mutasi yang dapat menyebabkan kanker. Sinar kosmik, seperti atom besi dan titanium, merusak sel karena tingkat ionisasinya sangat tinggi, kata laporan tersebut.

Bahkan baju ruang angkasa pun tidak mampu menangkal radiasi ini.

Cucinotta menambahkan bahwa menjelajahi Mars akan membutuhkan misi 900 hari atau lebih dan mencakup lebih dari satu tahun di ruang angkasa dalam (deep space) di mana eksposur terhadap semua energi ion kosmik galaksi berat tidak dapat dihindari. "Tingkat perisai radiasi saat ini setidaknya hanya akan mengurangi risiko paparan."

Cucinotta juga membahas dilema moral yang sekarang manusia hadapi saat berusaha menjajah Mars dan melakukan perjalanan di luar angkasa.

"Mengindahkan atau meningkatkan tingkat risiko yang dapat diterima menimbulkan peringatan etika yang serius, jika sifat sebenarnya dari risiko tersebut tidak cukup dipahami."

Bisa dikatakan para astronaut menjadi sosok pahlawan yang mau mempertaruhkan nyawa mereka untuk mengeksplorasi ruang angkasa.

Oleh sebab itu timbal balik yang dapat diberikan kepada mereka adalah untuk melakukan segala hal yang bisa memastikan mereka pulang ke Bumi sesempurna saat mereka pergi.

Para ilmuwan masih belum yakin akan risiko selanjutnya, namun penelitian terus berlanjut. Langkah ini tergambar dalam alasan mengapa astronaut NASA Scott Kelly menghabiskan hampir setahun di luar angkasa. Jadi, manusia di Bumi bisa lebih mengerti tentang efek jangka panjangnya.

Informasi lebih lanjut dikumpulkan dari penjelajah Curiosity Mars saat memasuki Planet Merah mulai November 2011 sampai Agustus 2012. Para ilmuwan menemukan bahwa peralatan tersebut terkena dosis radiasi hingga 1.000 kali lebih tinggi daripada di Bumi.

Tim Cucinotta dan peneliti lainnya mencoba untuk mengetahui berapa banyak kerusakan yang dapat dilakukan radiasi dan apa yang mungkin diperlukan untuk menghentikannya.

NASA telah merencanakan untuk mengirim manusia ke Mars pada 2030-an.

Kota Romawi kuno Ucetia ditemukan di Prancis



Susunan batu paving mosaik yang memiliki gambar burung hantu, bebek, dan rusa dari abad pertama berhasil digali di bawah situs konstruksi di Prancis selatan. Karya seni yang dijadikan penghias lantai bangunan mewah Romawi ini berada di dalam kota misterius Ucetia, sebuah pemukiman yang sebelumnya hanya dikenal namanya saja.

Misteri keberadaan kota ini berawal dari ditemukannya lempeng batu bertuliskan "VCETIAE" (Ucetia) di kota Nimes, Prancis. Namun tidak ditemukan bukti keberadaan kota tersebut hingga digalinya situs konstruksi seluas 4.000 meter persegi di utara Nimes digali oleh para arkeolog.

Situs konstruksi di kota Uzes tersebut awalnya direncanakan sebagai bangunan asrama sekolah dan kantin.

"Sebelum penggalian ini, kami tahu bahwa ada sebuah kota Romawi yang disebut Ucetia meskipun hanya disebutkan di stela (lempengan batu prasasti) di Nimes, bersama 11 nama lainnya dari kota-kota Roma di daerah tersebut," ujar Philippe Cayn, dari French National Institute for Preventive Archaeological Research (INRAP), dikutip dari IBTimes (29/3).

Berjarak 25km dari kota Nimes, pada Oktober tahun lalu tim INRAP dilibatkan dalam situs konstruksi Uzes. Mereka khawatir di area tersebut mungkin terdapat reruntuhan kuno. Karena memang dalam hitungan abad, banyak ditemukan reruntuhan kuno seperti tembok dan bangunan bekas pendudukan Roma di sana.

Roma mulai menaklukkan Prancis pada tahun 121 SM dan Julius Caesar berhasil melakukan pengambilalihan total pada 51 SM. Nimes sebelumnya menjadi pos penting kerajaan Romawi kuno di Prancis.

Para arkeolog lalu menemukan sebuah susunan bangunan yang kompleks, termasuk sebuah oven roti kuno, di dalam tembok kota rahasia ini. Susunan kompleks bangunan tersebut mengindikasikan bahwa lokasi penggalian di Uzes adalah pusat dari kota yang hilang.

Tapi arkeolog paling terkesan dengan penemuan sejumlah hiasan batu paving mosaik. Mereka meyakini bahwa dahulu mozaik tersebut merupakan bagian lantai bangunan besar. Gambar-gambar pada batu-batu mozaik menampilkan hewan-hewan hutan dengan detail yang luar biasa pada zamannya.

Bangunan seluas 250 m2, yang menjadi tempat di mana mosaik ditemukan, memiliki sejumlah pilar besar. Bangunan ini diyakini menjadi salah satu struktur pertama yang dibangun di kota tersebut.

"Mosaik ini sangat mengesankan karena ukurannya yang besar, dengan kondisi yang baik dan motif yang menggabungkan bentuk geometris klasik dan binatang," kata Cayn.

Lebih lanjut ia mengatakan mozaik yang rumit seperti itu umumnya ditemukan di dunia Romawi pada abad 1 dan 2. Yang cukup mengherankan adalah temuan mozaik Ucetia ini berumur sekitar 200 tahun sebelum itu.

Para arkeolog juga masih belum yakin apa fungsi bangunan Romawi dengan hiasan mozaik yang mengesankan tersebut. Cayn mengatakan keberadaan pilar besar menunjukkan struktur yang mencirikan sebuah bangunan publik.

Namun dia menambahkan terbuka kemungkinan juga mungkin lantai dengan mozaik rumit tersebut adalah bagian dari rumah mewah milik pribadi.

Sayangnya hingga saat ini arkeolog belum berhasil menemukan artefak selain lantai mozaik berumur 2000 tahun peninggalan kota Romawi kuno Ucetia.

Proses penggalian di area akan kembali dilanjutkan pada Agustus. Laporan ilmiah tentang penemuan ini diharapkan rampung setelah artefak yang ditemukan telah benar-benar dianalisis dan dipastikan umurnya.




Monday, August 7, 2017

Tak Hanya Indonesia, Gerhana Bulan Malam Ini Terlihat di 5 Benua



Pada saat Amerika Serikat tengah mempersiapkan kedatangan gerhana Matahari total dalam tiga pekan yang akan datang, dalam waktu dekat di belahan Bumi yang berbeda, fenomena kosmis lain akan turut melanda Planet Biru.

Setidaknya sejumlah kawasan di Benua Asia (termasuk Indonesia), Afrika, Eropa, Australia, dan Antartika akan terpapar gerhana Bulan sebagian (partial lunar eclipse) pada Senin malam atau Selasa dini hari--tergantung pembagian waktu setempat. Demikian seperti yang dilansir dari The New York Times, Senin (7/8/2017).

Gerhana Bulan pada dasarnya adalah kebalikan dari gerhana Matahari. Alih-alih Bulan yang berada di antara Matahari dan Bumi (gerhana matahari), pada gerhana lunar, Planet Biru-lah yang justru diapit oleh oleh sang Surya dan Rembulan.

Karena Bumi menghalangi cahaya Matahari yang terpancar ke Bulan, maka gerhana lunar akan memicu munculnya bayangan di Satelit Bumi itu. Bayangan itu terdiri dari dua jenis, umbra, yang merupakan bagian dalam yang lebih gelap, dan penumbra, bagian luar yang lebih terang.
Interaksi Bumi dengan Bulan bisa menciptakan tiga jenis gerhana lunar, yakni parsial, total, dan penumbra.

Selama gerhana Bulan parsial yang akan terjadi, hanya sebagian dari umbra Bumi yang akan menutup Bulan, mengingat posisi mereka yang tidak berada dalam satu garis lurus sempurna. Sehingga, bayangan yang akan tampak di Bulan hanya separuh.

Pada fenomena itu, para penikmat langit akan menyaksikan separuh bagian dari Bulan yang tampak gelap, sementara sisanya berwarna lebih terang. Bagian Bulan yang gelap adalah wilayah yang tertutup Bumi, sementara yang terang tetap disinari Matahari.

Gerhana Bulan sebagian yang akan terjadi nanti akan berlangsung selama dua jam. Dimulai sejak bayangan merambah dari tepi lunar hingga menutupi setengahnya.

Titik puncak fenomena itu, yang ditandai dengan bayangan gelap menutupi separuh Bulan, akan terjadi pada Senin malam pukul 18.20 menurut pengaturan waktu Coordinated Universal Time atau 01.20 Selasa dini hari waktu Jakarta.

Uniknya, fenomena kosmis itu terjadi dalam kurun waktu yang hampir berdekatan dengan peristiwa antariksa langka yang akan terjadi pada 21 Agustus 2017, yakni gerhana Matahari total di Amerika Serikat.

Menurut pakar, kurun waktu kedua peristiwa yang berdekatan itu bukanlah suatu kebetulan, melainkan sebuah fenomena siklus alam yang terus mengalami keberlanjutan dari masa ke masa.
"Fenomena itu merupakan siklus kontinuitas. Kita akan mendapat gerhana Bulan ketika memasuki periode full moons dan akan mendapat gerhana Matahari ketika memasuki periode new moons," jelas Jackie Faherty, pakar astronomi dari American Museum of Natural History.

Dalam astronomi, full moons (bulan purnama) merujuk pada fase bulan ketika sang lunar terletak di belakang Bumi ditinjau dari Matahari. Fase itu membuat Matahari, Bumi, dan Bulan dalam satu garis lurus.

Sementara itu, new moons (bulan baru atau bulan mati) adalah fase Bulan pertama, yang terjadi pada saat Bulan kurang-lebih berada dalam satu garis lurus di antara Matahari dan Bumi. Seluruh permukaan Bulan yang disinari Matahari berada di bagian "belakang" Bulan dan bagian yang tidak disinari terlihat dari Bumi.

Gerhana Matahari dan Bulan terjadi secara berpasangan dalam kurun waktu yang berdekatan --prediksi kalkulasi berjarak satu hingga tiga minggu untuk masing-masing peristiwa.

Meski sebagai peristiwa yang bersifat siklus, hanya sebagian wilayah di Bumi yang mendapat keistimewaan terpapar fenomena itu. Menurut Jackie Faherty, hal itu disebabkan karena setiap bulannya, orbit Bumi dan Bulan kerap berubah sekitar 5 derajat --perubahan yang cukup signifikan-- sehingga membuat mereka kerap jarang berada dalam satu garis lurus di area yang sama.



Untuk sebagian masyarakat global, fenomena gerhana lunar parsial yang akan terjadi Senin malam ini (atau Selasa dini hari), dapat menjadi "hadiah hiburan" bagi kawasan dunia yang tidak terpapar gejala kosmis langka gerhana Matahari total 21 Agustus 2017 nanti. Hanya Amerika Serikat yang mendapat keistimewaan terpapar fenomena langka yang akan muncul kurang dari tiga pekan mendatang itu.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, gerhana Bulan parsial akan terlihat di beberapa belahan dunia, termasuk Eropa, Asia, Afrika, Australia, dan Antartika. Meski begitu, fenomena lunar tersebut tidak akan terlihat di Amerika Serikat, yang saat ini tengah bersiap untuk 21 Agustus nanti.

Mengingat semua itu, gerhana Bulan pada hari Senin malam nanti mungkin akan tidak dapat disaksikan oleh para penikmat antariksa. Salah satu faktor mungkin disebabkan karena langit yang mendung, potensi hujan deras, atau cuaca buruk di beberapa kawasan.

Di sisi lain, bagi yang mendapat keistimewaan diterpa gerhana lunar parsial, mereka akan menyaksikan sekitar setengah dari Bulan menghitam (pada sebagian kasus mampu memerah), pemandangan indah yang tak kalah ciamik dengan gerhana Matahari.

Untuk sebagian masyarakat global, fenomena gerhana lunar parsial yang akan terjadi Senin malam ini (atau Selasa dini hari), dapat menjadi "hadiah hiburan" bagi kawasan dunia yang tidak terpapar gejala kosmis langka gerhana Matahari total 21 Agustus 2017 nanti. Hanya Amerika Serikat yang mendapat keistimewaan terpapar fenomena langka yang akan muncul kurang dari tiga pekan mendatang itu.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, gerhana Bulan parsial akan terlihat di beberapa belahan dunia, termasuk Eropa, Asia, Afrika, Australia, dan Antartika. Meski begitu, fenomena lunar tersebut tidak akan terlihat di Amerika Serikat, yang saat ini tengah bersiap untuk 21 Agustus nanti.

Mengingat semua itu, gerhana Bulan pada hari Senin malam nanti mungkin akan tidak dapat disaksikan oleh para penikmat antariksa. Salah satu faktor mungkin disebabkan karena langit yang mendung, potensi hujan deras, atau cuaca buruk di beberapa kawasan.

Di sisi lain, bagi yang mendapat keistimewaan diterpa gerhana lunar parsial, mereka akan menyaksikan sekitar setengah dari Bulan menghitam (pada sebagian kasus mampu memerah), pemandangan indah yang tak kalah ciamik dengan gerhana Matahari.


Ilmuwan Sebut Penjelajah Waktu Bukan Hal Mustahil, Ini Alasannya



Sejak HG Wells mempopulerkan ide tentang time travel atau penjelajah waktu pada 1885, hal itu menjadi tema yang kerap diangkat dalam cerita fiksi sains atau dikenal dengan istilah sci-fi.
Namun nyatanya, hal tersebut kemungkinan dapat terwujud, dari apa yang dibayangkan manusia.
Seorang fisikawan telah mencipatkan sebuah model matematika yang mengungkap bahwa penjelajahan waktu bisa dilakukan.

Sayangnya, para ahli belum menemukan material yang cocok untuk membuat mesin waktu menjadi nyata.

"Orang-orang berpikir bahwa penjelajah waktu adalah hal fiksi," ujar seorang pengajar matematika dan fisika di kampus Okanagan, University of British Columbia, Ben Tippett.

"Dan kita cenderung berpikir bahwa hal itu tak mungkin terjadi karena kita tak bisa melakukannya. Namun secara matematika, hal itu bukan mustahil," imbuh Tippett.

Dikutip dari Daily Mail, Jumat (28/4/2017), dalam sebuah studi yang dipublikasi baru-baru ini, Tippett berargumen bahwa angkasa luar tak seharusnya dibagi menjadi tiga dimensi, dengan waktu sebagai hal yang terpisah.

Sebaliknya, ia mengatakan keempat dimensi tersebut harus dibayangkan bersamaan sebagai rangkaian ruang-waktu yang terhubung dari berbagai arah. Menurutnya, jika ruang dan waktu tak melengkung, planet dan bintang akan bergerak dalam garis lurus.

Tippett mengungkap, di dekat bintang raksasa, geometri ruang-waktu akan melengkung, menyebabkan lintasan lurus planet terdekat bengkok untuk mengikuti kelengkungan di sekitar bintang.

"Arah permukaan ruang-waktu juga menunjukkan kelengkungan," kata Tippett.

"Ada bukti yang menunjukkan, semakin dekat ke lubang hitam (black hole), waktu akan melambat. Model penjelajah waktu yang saya buat menggunakan waktu yang melengkung -- untuk menekuk waktu menjadi lingkaran bagi yang memasukinya, bukan dalam garis lurus."

"Lingkaran itu membawa kita kembali pada suatu waktu," jelas Tippett.

Model Tippett menggambarkan mesin waktu yang disebut Traversable Acausal Retrograde Domain in Space-time (TARDIS).

Model tersebut akan menjadi 'gelembung' geometri ruang-waktu, yang dapat membawa penumpangnya ke masa lalu dan masa depan melalui ruang dan waktu sepanjang jalur melingkar. Karena dapat berjalan melebihi kecepatan cahaya, ia dapat berjalan ke masa lalu.

Meskipun secara matematis penjelajah waktu mungkin terjadi, Tippett mengatakan bahwa tak mungkin ada orang yang bisa membangun mesin waktu -- setidaknya dalam waktu dekat.

"HG Wells mempopulerkan istilah mesin waktu dan dia membiarkan orang berpikir bahwa penjelajah memerlukan mesin atau kotak spesial untuk dapat menjelajah waktu," ujar Tippett.

"Meskipun secara matematis memungkinkan, sekarang kita belum bisa membangun mesin ruang-waktu karena kita membutuhkan bahan -- yang kita sebut materi eksotis -- untuk membatasi ruang-waktu dengan cara yang tak mungkin ini, namun hal itu belum ditemukan."

Thursday, August 3, 2017

Siap-Siap! Saksikan Pemandangan Menakjubkan di Langit Bulan Ini


Jika Anda bukan seorang Astronom atau peneliti angkasa, pada bulan ini Anda akan menikmati pemandangan langit. Pasalnya pada 11 dan 12 Agustus, masyarakat dunia diharapkan dapat
menyaksikan gerhana matahari.

Dikutip dari Sciencealert.com, Kamis (3/8/2017), selain bisa melihat gerhana matahari, Anda juga akan melihat hujan meteor tahunan yang paling banyak ditonton. Setiap tahun, Bumi melewati awan debu dan batu yang ditinggalkan oleh Komet Swift-Tuttle.

Komet Swift-Tuttle (yang secara formal ditunjuk 109P / Swift-Tuttle) adalah komet periodik dengan periode orbit (osculating) arus 133 tahun. Komet Swift-Tuttle terlihat terakhir kali di atmosfer Bumi pada 1992 dan diperkirakan akan melintas lagi pada 2125.

Saat jejak debu komet yang menghantam atmosfer Bumi, akan terlihat cahaya spektakuler seperti bintang jatuh. Ekor meteor tersebut nantinya diperkirakan akan mengarah pada belahan Bumi utara Perseus, itulah sebabnya acara meteor jatuh tersebut diberi nama meteor Perseid.

Perseid sendiri merupakan suatu rasi bintang di belahan utara, melambangkan pahlawan Yunani Kuno yang melawan Medusa. Rasi ini adalah salah satu rasi dari 48 rasi bintang Ptolemy dan juga satu dari 88 rasi bintang modern.


Meskipun bukan satu-satunya pertunjukan di kota, Perseid biasanya dianggap sebagai yang terbaik. Sebagian besar pengamat langit bisa melihat sekira 80 meteor per jam di seluruh langit.
Fenomena tahun lalu, terdapat sekira 200 meteor per jam yang menerangi langit berkat Jupiter yang menarik jejak debu komet. Tidak perlu mengeluarkan teleskop atau teropong, Anda cukup berbaring di taman yang luas untuk menikmati pemandangan indah tersebut.

“Puncak Perseid diperkirakan terjadi sekira 1 siang EDT (22.00 WIB) pada 12 Agustus tahun ini, yang berada di tengah hari," ungkap ahli asteroid NASA Bill Cooke. Jejak debu komet Swift-Tuttle sudah mudah muncul di langit pada malam hari dengan beberapa meteor.

Untuk mengetahui apakah penduduk Bumi bisa melihat Perseid dengan indah, hal tersebut bisa dipastikan pada 7 Agustus. Saat itu ada beberapa meteor yang jatuh dan dapat dilihat dengan menggunakan teleskop sederhana.

Gerhana Bulan terjadi ketika Bumi melemparkan bayangan berwarna di permukaan Bulan, yang disebabkan oleh cahaya bias melalui atmosfer Bumi seperti matahari terbenam. Di Amerika, terdapat fenomena utama pada 21 Agustus, yaitu Gerhana matahari penuh yang menyeberangi pesisir.