Dua tentara Amerika Serikat tewas saat pengebom bunuh diri menyerang konvoi pasukan NATO di Kandahar, Afghanistan selatan. Kelompok militan Taliban mengklaim mendalangi serangan bom itu.
"Saya bisa mengkonfirmasi bahwa dua anggota militer AS tewas dalam aksi di Kandahar, Afghanistan, ketika konvoi mereka diserang," ujar juru bicara Departemen Pertahanan AS, Kapten Angkatan Laut Jeff Davis seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (3/8/2017).
Davis menolak berbicara lebih jauh mengenai serangan bom tersebut. Juga tidak jelas apakah ada korban lainnya dalam serangan yang terjadi pada Rabu (2/8) waktu setempat itu.
Taliban mengklaim bahwa serangan bom itu menewaskan 15 tentara dan
menghancurkan dua tank lapis baja. Namun angka tersebut tak bisa
dikonfirmasi oleh sumber-sumber lokal. Kelompok Taliban juga dikenal
kerap melebih-lebihkan jumlah korban jiwa dan kerusakan akibat
serangan-serangan mereka.
"Pada sekitar siang hari, sebuah bom mobil menargetkan konvoi pasukan asing di wilayah Daman, Kandahar," ujar juru bicara kepolisian provinsi Kandahar, Zia Durrani seperti dikutip kantor berita AFP.
Dalam sebuah statemen, pihak NATO mengkonfirmasi bahwa sebuah konvoi pasukan NATO telah diserang dan menimbulkan korban jiwa. Kompok militan Taliban yang banyak beroperasi di Kandahar, dengan cepat mengklaim serangan bom tersebut. Sebelumnya Taliban telah beberapa kali melancarkan serangan di Kandahar.














No comments:
Post a Comment